LINGKUNGAN HIDUP
Di
sekitar kita terdapat berbagai komponen lingkungan, baik benda – benda mati
seperti tanah, batuan, air maupun makhluk hidup dengan berbagai jenis dan
karakteristiknya. Di sekitar kita juga terdapat manusia lainnya dengan berbagai
karakterisk dan perilakunya. Selain itu, terdapat pula daya dan keadaan yang
mempengaruhi persepsi, sikap dan perilaku kita. Semua komponen tersebut
merupakan lingkungan hidup manusia.
Dalam
lingkungan terjadi interaksi antara satu komponen dengan komponen lainnya.
Interaksi tersebut berbeda – beda karakteristiknya menurut ruang dan waktu.
Hasil dari proses interaksi dapat dilihat dari lingkungan yang dibentuk yang
berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.
1.1. PengertianLingkungan Hidup
Secara
umum lingkungan mempunyai arti sebagai segala sesuatu diluar individu.
Tetapi
ruang lingkup pengertian ini juga berbeda, ada konsep lingkungan yang ruang
lingkupnya terbatas, dan ada pula yang sangat luas.
Ada
yang menekankan pada faktor fisik tetapi
ada pula yang menekankan pada faktor non fisisk atau interaksi antar keduanya.
Ada beberapa
pengertian lingkungan hidup menurut para ahli diantaranya:
Menurut Prof. Dr. Emil Salim Lingkungan Hidup adalah segala benda dan
kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal-hal yang
hidup termasuk kehidupan manusia.
MenurutProf.Dr.Otto Soemarwoto, Lingkungan adalah jumlah semua benda dan
kondisi yang ada dalam ruang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.
Konsep yang paling relevan bagi
pengertian lingkungan hidup di Indonesia adalah konsep yang tercantum dalam Undang-Undang No 4 tahun 1982 mengenai
ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. pada bab I pasal 1,
(UU No.23 tahun 1997) lingkungan hidup mempunyai arti sebagai :
“Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup,
termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan
prikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya”
1.2.
Unsur-unsur Lingkungan Hidup
Dari
definisi diatas dapatlah dirangkum dalam suatu rangkaian unsur-unsur sebagai
berikut :
Mataeri
Materi
menurut ilmu lingkungan ialah segala sesuatuyang berada pada suatu tempat serta
pada suatu waktu
Energi
Energi
adalah sesuatu yang memberi kemampuan untuk menjalankan kerja.
Alam
lingkungan hidup penuh dengan energi yang berwujud seperti cahaya, atau
radiasi-radiasi, panas, daya gerak, daya kimia dan lain-lain.
Menurut
hukum termodinamika bahwa dalam suatu proses dialam semesta, jumlah seluruh
energi tetap.
Energi
dapat dirubah dari satu bentuk ke bentuk lain, tetapi tidak dapat hilang,
dihancurkan atau diciptakan.
Ini
berarti bahwa kendatipun energi mengalami transpormasi ke bentuk lain : cahaya
ke panas, panas ke gerak, gerak ke listrik, dan seterusnya, namun dalam proses
transformasi tersebutpada hakikatnya tidak ada yang hilang.
Energi
dapat dibagi dalam tiga jenis yaitu : energi yangberasal dari matahari, energi
dari panas bumi, dan energi yang berasal dari reaksi nuklir.
Energi
yang paling banyak kita pakai adalah energi matahari, yang terjadi melalui
tumbuh-tumbuhan hijau dalam proses
fotosintesis.
Dalam
proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan hijau, 6 molekul CO2 dan 6
molekul air (H2O) diolah menjadi satu molekul gula glucose, proses ini
menghasilkan 6 molekul O2, sehingga reaksi fotosintesisnya sebagai berikut
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2
Ruang
Ruang
adalah suatu bagian dimana berbagai komponen-komponen lingkungan hidup bisa
menempati dan melakukan proses lingkungan hidupnya
Waktu
Waktu
adalah bagian penting dari proses lingkungan hidup. Karena dengan adanya waktu
yang cukup, maka akan sempurnalah proses ke suatu tingkat yang dibutuhkan.
Keadaan
Keadaan
disebut juga sebagai kondisi ataupun situasi, keadaan memiliki ragam-ragam yang
satu sama lainnya ada yang membantu kelancarkan berlangsungnya proses kehidupan
lingkungan, ada yang merangsangmahluk-mahluk hidup untuk melakukan sesuatu, ada
pula yang mengganggu berprosesnya interaksi lingkungan dengan baik, misalnya
dalam keadaan gelap, kucing atau musang justru lebih mempertajam matanya untuk
mencari mangsa atau makannanya.
Keanekaan (diversitas)
Keanekaan
juga merupakan bagian penting lingkungan hidup. Keanekaan adalah salah satu
sumber daya dalam proses lingkungan, keanekaan akan memperbesar derajat
kebebasan memilih dalam proses interaksi lingkungan.
Menurut
Oto Sumarwoto, ekosistem yang beraneka, lebih stabil mutunya dari pada ekosistem
yang monoton. Semakin tinggi tingkat diversitasya maka semakin stabil pulalah
mutu ekosistem. Itulah sebabnya kita harus selalu mencegah kepunahan
hewan-hewan dan tumbuhan langkamelalui usaha pencagar alaman (Conservation)
Interaksi
Interaksi
disebut sebagai unsur yang mekanistis, disebut demikian karena melalui unsur
inilah kemudian terjalin proses pengaruh mempengaruhi antara satu dengan yang
lain komponen-komponen lingkungan.
Proses
interaksi antara manusia dengan lingkungannya disebut dengan ekosistem, contoh
Manusia Tumbuhan Kambing Manusia
(Pernafasan-CO2
dan H2O) (Fotosintesis) (Memakan tumbuhan) (Memakan daging)
Interaksi
sesama komponen dapat terjadi melalui pola, sifat atau tabiat komponen-komponen
ekosistem. Ada yang hidup berdampingan (netral), ada yang bekerja sama, ada
yang menyesuaikan diri, ada yang melindungi diri, ada yang bertentangan
(antagonis), ada yang menguasai (eksploitasi), semua pola interaksi ini tetap
ada dalam keseimbangan.
Semua
ragam interaksi dapatlah digolongkan dalam pola sebagai berikut:
1. Interaksi simbiosis,
yaitu interaksi yang terjadi antar komponen dimana kedua belah pihak tidak ada
yang dirugikan
-
Simbiosa mutualisme, yaitu kedua komponen atauorganisme
saling mendapat keuntungan
-
Simbiosa komensalisme, yaitu apabila salah satu
pihak saja dari komponen yang berinteraksi mendapat keuntungan, tetapi pihak
yang lainnya tidak dirugikan.
-
Parasitisme, yaitu apabila salah satu pihak
diuntungkan dan pihak lain dirugikan.
2. Interaksi
antagonisma, pada interaksi ini terjadi terjadi sifat mengeksploitasi,
menguasi, bermusuhan, atau persaingan, (kompetisi).
-
Antibiosa, yaitu suatu komponen atau organisma
mengeluarkan zatpzat seperti karbon dioksidaatau asam organikuntuk menghambat
hidupnya mahluk hidup lain
-
Eksploitasi, yaitu menguras atau merampok
mahluk-mahluk lain untuk dikonsumsi (predator)
-
Kompetisi, pada interaksi ini timbul persaingan
antar sesama komponen untuk mendapatkan sumber-sumber kehidupan.